Rabu, 20 Juni 2012

TUGAS ARTIKEL


9 Imigran Gelap Asal Afghanistan Diamankan Di Lampung

Adan Bakar - detikNews
Kamis, 21/06/2012 00:32 WIB

Jakarta Sembilan imigran gelap asal Afghanistan diamankan di Bandara Beranti Lampung. Imigran yang diselundupkan dari Bengkulu ini berencana ke Jakarta.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, membenarkan adanya penangkapan imigran gelap ini. "Awalnya mereka diamankan oleh petugas bandara. Para imigran tidak bisa menunjukkan paspor," kata Sulis saat dihubungi, Rabu (20/6/2012).

Imigran yang ditangkap adalah Amzad Ali (25), Malik (43), Basharad (42), Sajjad Ali (16), Sajjad Husein (17), Maqbool Hussain (17), Hamida (23), Ramsyah (40), dan Yakub (33).

Para Imigran ditangkap di Bandara, Senin (18/6) saat hendak terbang menuju Jakarta. Para imigran ini sudah membeli tiket, tapi langsung diamankan petugas karena tidak memiliki paspor. "Setelah ditangkap pihak bandara, imigran diserahkan ke polisi," kata Sulis.

Sulis mengungkapkan, imigran asal Afghanistan ini diselundupkan dari Bengkulu oleh seorang yang bernama Adi. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap Adi.


Coment :
I think the government should further enhance safety in this country in the form of foreign visits or tourists coming to Indonesia inging. because Indonesia is an archipelago of many islands in it and it's hard to reach if its outlying islands and therefore the government should secure more extra NKRI her again on each island so that illegal immigrants who want to come to Indonesia difficult to find a place to come. and for its immigration officers to check the data more and more foreigners who come to Indonesia because sometimes a lot of illegal immigrants who have already qualified but not registered in iindonesia his name in the list of Indonesia. therefore pngecekan return all passports must be implemented so that it does not happen again escaped illegal immigrants in Indonesia.



Festival Wayang Internasional Berlangsung di Bandung
BANDUNG, KOMPAS.com--Festival Wayang dan Topeng International (International Mask and Puppet Festival) akan digelar di Kota Baru Parahyangan Bandung pada 30 Juni-1 Juli mendatang.

"Festival ini menjadi ajang temu budaya, pendidikan dan hiburan. Kegiatan digelar di Bale Pare Kota Baru Parahyangan," kata Direktur Festival King Entertainment Iman Noer Adi.

Pada festival itu akan tampil seniman berasal dari sejumlah negara seperti Swedia, Turki, Kamboja, Jepang, Meksiko, Ekuador, dan Australia. 

Kedatangan seniman dunia itu membawa kebudayaannya masing-masing, sedangkan seniman Indonesia akan tampil antara lain maestro topeng dari Bali I Made Djimat, Didik Ninik Thowok, Aerly Rasinah, dalang Slamet Gundono. 

Selain loka karya dan pertunjukan, katanya, akan digelar acara dialog interaktif tentang wayang dan topeng dengan menghadirkan Endo Suanda sebagai wakil akademisi, Mirwan Suwarso dan Opik Sunandar Sunarya sebagai wakil praktisi.

Seniman berasal dari Swedia selain akan tampil di panggung pertunjukan, juga menggelar lokakarya membuat wayang dari bahan-bahan sayuran. 

Hal itu, katanya, akan menarik untuk dinikmati terutama oleh anak-anak karena akan memberikan inspirasi bahwa kesenian wayang memang sangat bervariasi.

Ia mengatakan, bagi Kota Baru Parahyangan, kegiatan sejenis merupakan suatu tanggung jawab yang besar untuk bersama-sama melestarikan budaya bangsa.

"Wayang memiliki filosofi yang sangat dalam dan luhur," kata Manager Marketing Kota Baru Parahyangan, Raymond.

Coment :
I think great international festival for traditional wayang puppet, as time began to fade and has been very langaka for was performed and therefore often the artists was held to hold a festival puppet or advance in such a way untuuk tradition that is almost extinct. This puppet tradition and it should also be held outside of Indonesia. let the name of Indonesia and puppets to rise again because the whole world let me know wayng is still there and it is art that should be preserved for its future. because the puppet is the oldest history in Indonesia. and have more passion menyuluhkan more young people to love the puppets because today's culture where there are young people who care about traditional arts such as puppet is old. so for all people should be able to generate lg puppet's name.

Dahlan: Dikaji, Tol Layang Cibubur-Senayan
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan sedang membahas rencana direksi PT Jasa Marga yang akan membuat proyek jalan tol layang dari Cibubur-Senayan sepanjang 23 kilometer. Jalan tol itu rencananya dioperasikan dengan sistem lawan arus.
Jalan tol layang ini dimaksudkan untuk mengurangi 30 persen kemacetan pada pagi hari dan 20 persen kemacetan pada sore hari di ruas itu.
”Jika nanti diizinkan pemerintah, proyek ini tidak memerlukan tender. Sebab, status proyeknya merupakan inisiatif PT Jasa Marga,” kata Dahlan, Selasa (19/6/2012), saat ditemui di ruang kerjanya, di Jakarta.
Nilai proyek tersebut, ujar Dahlan, belum dapat diungkapkan karena masih dalam proses studi. Ruas jalan tol baru ini direncanakan bisa dikerjakan selama dua tahun sesuai dengan masa status lawan arus jalan di ruas itu saat ini.
”Jadi, jika status ruas contraflow di situ nanti habis pada masa sekitar dua tahun, proyek tol layang sudah akan selesai. Teknologinya memungkinkan pengerjaan jalan tol dapat dikerjakan tanpa perlu menghentikan atau mengganggu lalu lintas,” ujar Dahlan.
Lima titik
Dihubungi terpisah, Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk Hasanudin membenarkan adanya usulan jalan tol layang ini. ”Rute jalan layang itu rencananya dimulai dari Cibubur-Senayan dengan lima titik masuk atau keluar yang dapat berfungsi bergantian. PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya akan bergabung dengan PT Jasa Marga,” katanya.
Hasanudin menjelaskan, jalan tol layang juga akan difungsikan dengan sistem lawan arus. ”Pada pukul 04.00 hingga pukul 16.00 jalan tol layang itu akan melayani kendaraan dari Jagorawi ke dalam kota. Pada pukul 16.00 hingga pukul 04.00 jalan tol layang akan melayani kendaraan ke arah sebaliknya, yakni dari dalam kota ke arah Jagorawi,” ujarnya.
Pada pagi sampai sore hari, kendaraan yang masuk jalan tol layang akan dilayani melalui tiga titik masuk. Titik pertama berada di gerbang Tol Cibubur (arah Jakarta) yang mengakomodasi kendaraan dari Bogor. Kedua, setelah gerbang Tol Cibubur, untuk mengakomodasi kendaraan dari kawasan Cibubur. Terakhir, ramp barat Taman Mini (overpass Pondok Gede) untuk kendaraan yang masuk dari kawasan Pondok Gede dan sekitarnya.

Selanjutnya, tutur Hasanudin, juga direncanakan ada dua titik tujuan langsung. Yang pertama, yakni di pintu keluar di jalan arteri HR Rasuna Said, dan yang kedua, di pintu keluar Senayan (antara pintu keluar Semanggi dan sebelum pintu masuk Tol Senayan).
Direncanakan konstruksi jalan tol layang tersebut akan menggunakan box girder. Metode ini telah digunakan untuk proyek di jalan layang non-tol Antasari-Blok M. Penggunaan box girder tersebut untuk mengefisienkan penggunaan ruang di jalan tol karena minimnya penggunaan pilar penyangga. Box girder dipakai untuk jembatan dengan bentang yang panjang. (RYO/ODY)
Coment :
I think it does not matter if the minister of state to direct review in the planning of the highway but do not just plan for it but her minister father had to go straight in all his or her supervision to prevent fraud or corruption in the project because many officials who say it wants to build was behind his wish to make money in the form of a project just as athletes homestead project, therefore the father of the minister should fall directly in its development and should be more careful in using the sources of funds because the funds would be questioned if his number does not match or exceed what is on target by karen direct observation is required for pa minister. suapaya corruption does not happen again. and not only just come down directly in front of people but in every moment of our leaders have to come down immediately spaciousness ntuk his plan things. and if can not harm its surrounding community in a project.

Ilmuwan Indonesia Kembangkan UAV Terbesar di Asia
JAKARTA, KOMPAS.com — Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, ilmuwan Indonesia yang kini berkarya di Jepang, mengembangkan pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) berbadan besar bernama Josaphat Laboratory Large Scale Experimental Unmanned Aerial Vehicle (JX-1).
"JX-1 sementara ini terbesar di Jepang, dan mungkin di Asia," ungkap Josaphat dalam wawancara lewat e-mail dengan Kompas.com, Sabtu (16/6/2012).
JX-1 dibuat untuk melakukan pengujian perangkat gelombang mikro dan kamera untuk penginderaan jarak jauh yang selama ini juga dikembangkan di laboratorium miliknya, Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL), di Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Jepang.
JX-1 dikembangkan sejak lima tahun lalu. Salah satu pertimbangannya adalah efektivitas biaya. Jika meminjam UAV untuk pengujian, prosedurnya cukup rumit dan memakan biaya besar.
"Misalnya pernah saya akan instal radar dan ditawari biaya senilai sama untuk membuat UAV berbadan besar lebih dari lima unit. Kalau punya UAV sendiri, bisa setiap saat menerbangkan sendiri dan tidak perlu khawatir untuk mengoperasikannya di daerah-daerah berbahaya," urai Josaphat.
Lebih besar, lebih mumpuni JX-1 memiliki beberapa kelebihan dibanding pesawat tanpa awak lain di Jepang saat ini, utamanya dalam hal ukurannya.
"Angkatan bersenjata Jepang pun hanya mempunyai UAV originalnya dengan rentang sayap terbesar adalah 3 m, sedangkan JX-1 adalah 6 m dan dapat ber-payload sensor-sensor sekitar lebih dari 30 kg," tambah Josaphat.
Pesawat tanpa awak berbadan besar diperlukan untuk mengakomodasi perangkat dengan beragam frekuensi serta mendukung proyek Josaphat selanjutnya.
Josaphat menjelaskan, teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) di Jepang saat ini bekerja pada frekuensi L band dengan polarisasi linear. Sementara Josaphat sendiri mengembangkan SAR yang berbasis polarisasi sirkuler sebagai sensor SAR baru di dunia.
Supaya dapat dibandingkan dengan sensor sebelumnya, Josaphat tetap mengembangkan pada frekuensi yang sama. Sementara L band memiliki panjang gelombang yang cukup panjang sehingga dibutuhkan antena berukuran lebih besar.
"Agar dapat mengakomodasi perangkat pada frekuensi rendah ini hingga tinggi (sekitar 50 GHz), maka UAV ini dirancang mempunyai ruang besar sejak awal," papar Josaphat.
JX-1 juga dipersiapkan untuk mendukung penelitian berikutnya. Saat ini sedang dipersiapkan radar yang akan bekerja pada frekuensi P, S, C, X, dan Ku band. Ruang yang besar dibutuhkan untuk mengakomodasi payload misi secara bersamaan.
"Memang saat ini ada UAV kecil-kecil, tapi mempunyai keterbatasan fungsi dalam misi, termasuk flight endurance," kata Josaphat.
Selain soal ukuran, JX-1 memiliki kelebihan sebab dirancang tembus gelombang mikro dengan dielectric constant sekitar 1,5 atau material badan pesawat berkarakteristik mendekati udara. Dengan demikian, radar bisa disimpan di dalam badan pesawat sehingga lebih terlindungi dan pancaran gelombang dapat menembusnya. Tulang punggung riset penginderaan jauh

JX-1 berhasil diterbangkan perdana pada 7 Juni 2012 lalu di Fujikawa Airfield. Setelah penerbangan perdana ini, JX-1 bakal siap mendukung beragam misi pengujian serta misi lanjutan berikutnya.
Saat ini, laboratorium Josaphat tengah mengembangkan Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR) sebagai SAR aktif sensor, GPS-SAR sebagai SAR pasif sensor, GPS-Radio Occultation (RO), dan Linear Polarized Synthetic Aperture Radar (LP-SAR).
JX-1 nantinya akan dimanfaatkan untuk menguji coba sensor tersebut. Setelah uji coba, sensor akan diaplikasikan pada mikrosatelit yang juga dikembangkan oleh Josaphat dan tim, bernama GAIA-I dan GAIA-II.
Josaphat menjelaskan, kedua mikrosatelit yang dikembangkan bertujuan untuk mengamati pergerakan kerak bumi sehingga membantu memprediksi gempa dan tsunami 3-5 hari sebelum kejadian. GAIA-I akan mengamati dalam resolusi lebih besar, sementara GAIA-II dalam citra yang lebih detail.
Di Jepang, teknologi yang dikembangkan Josaphat digadang mampu menjadi tulang punggung dalam riset penginderaan jauh. Nantinya, penginderaan jauh tak hanya mengandalkan radar dan satelit, tetapi juga didukung pesawat tanpa awak.
Saat ini, kata Josaphat, Malaysia dan Jepang sudah bekerja sama lewat program transfer teknologi untuk mengamati Semenanjung Malaysia. Josaphat berharap, Indonesia pun ke depan juga berminat mengaplikasikan teknologi yang dikembangkannya.
Coment :
Indonesia has a lot of people who prove that they are able to create a successful technology like the other two outside Indonesia. and there is an Indonesian origin who succeeded in creating a UAV (Unmanned Aerial Vehicle / UAV) drones this young man named Josaphat Tetuko Sri Sumantyo. I think Indonesia prides itself on having a creative and intelligent young man like him. and I think the Indonesian government to develop the findings of Josaphat because Indonesia is the technology is backward. and so that Indonesia could develop should be more developed country boy finding technology that we can compete abroad. in order not to lag behind other countries. and make government more iindonesia must work together against the scientists and inventors suapaya can develop a product and are able to generate profits for the state in order to advance its economy. because if a country has dibuttuhkan findings and that the crowd would be a favorable foreign exchange for Indonesia.

Hut ke-485, Jakarta tetap bancir & macet
Sindonews.com - Direktur Eksekutif WALHI Jakarta Ubaidillah menuturkan, bencana banjir yang seringkali terjadi di Jakarta disebabkan oleh aspek politik, karena terkait kebijakan.

Ditambahkannya, ada tiga jenis yaitu politik kapitalis yakni yang punya modal yang akan bisa menggunakan tata ruang. Kedua, politik anggaran, dan ketiga politik pencitraan. Terkait politik pencitraan, terkait erat dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). 

"Kemudian jika dikaitkan dengan usia Jakarta yang sudah 485 tahun, ada masalah lain yang tetap ada, yaitu banjir dan sampah. Bagaimana Jakarta mengelola sampah? Selama ini hanya kumpul, angkut dan buang. Tak menyelesaikan masalah," ujarnya di kantor Institute Indonesia, Jalan Wahid Hasyim No. 194, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2012).

Lebih lanjut, dia menuturkan, masalah Jakarta hanya tiga hal dan tak bisa dipisahkan, yakni air, banjir dan macet. Air dan banjir mempunyai korelasi yang sangat kuat dan selalu menjadi persoalan pelik.

"Jakarta sudah ada rencana jangka panjang tata ruang 1965 sampai 1985, ada juga Rencana Umum Tata Ruang dan Lingkungan (RUTL) dan yang baru adalah RTRW yang disahkan pada 2012 lalu," imbuhnya.

Dalam perkembangannya, rencana tata ruang ini yang terbaru tidak ada proyeksi pembangunan dan karena tata ruang yang tak jelas ini. Maka, lingkunganlah yang tergadaikan. "Karena itu, RTRW yang baru ini dinilai sangat normatif dalam rahapan akan di judicial review," jelasnya.(san)
Coment :
Jakarta is the capital of Indonesia in which in which all sectors of business on the run in the city that many of his penduduuk its lack kerj field distribution in the region of Indonesia is a densely populated berakibatnya. the 485th anniversary of Jakarta still floods ole rawani still not finished. flooding in Jakarta resulted because many of its residents are less concerned with its environment causes yangg's just like a flood his example, and other litter. it was often clogged jakarta perariran flow which result in less flooding of his treatment by the government that this sleama mennjadi flood disturbance. government should be more banayak lg create a good environment for its residents and dasilitas is completely safe for her and clean her msayarakat aperlu jug on his guard so as not meneyebab kebanjiran.bagi lag bbanyak government should do more outreach in order to stop wasting his kepadawarga samapah not carelessly let flooding back.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar